Seiring dengan perkembangan IPTEK yang semakin luas melingkupi berbagai disiplin ilmu. Membuat inovasi senantiasa terus-menerus berkembang ke segala bidang. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan sebuah IPTEK menghantarkan diri ke segala aktivitas. Terlebih pada bidang olahraga, membuat para pelaku diberikan kemudahan dalam berolahraga dan berprestasi. Di era yang serba modern dan canggih ini banyak tercipta teknologi yang mempermudah penggunanya seperti Treadmil. Dengan adanya alat tersebut seseorang bisa berlari ditempat, ditambah dapat juga mengetahui denyut jantung per menit serta jarak yang ditempuh. Jadi tidak perlu di Track Stadion cukup hanya dalam suatu ruangan.
Cabang olahraga Seni Beladiri yang dimiliki Indonesia yaitu Pencak Silat dan Tarung Derajat. Keduanya telah dipertandingkan dalam event olahraga bertaraf nasional maupun internasional. Teknik dasar yang dominan digunakan dalam latihan dan pertandingan dari kedua seni bela diri ini hampir sama, yaitu menggunakan serangan tangan (pukulan) dan menggunakan kaki (tendangan). Dalam pembentukannya seorang calon atlet harus melalui beberapa tahapan diantaranya latihan dan ujian. Dalam meningkatkan kesiapan dan kemampuan atlet dibutuhkan sebuah Ujian setelah menjalani periode-periode latihan untuk mengetahui seberapa jauh teknik-teknik yang telah diberikan. Ujian yang biasa dilakukan yaitu mengujicobakan kemampuan kecepatan (biomotorik) dari seorang atlet, kecepatan atlet dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu kecepatan gerak dan kecepatan reaksi. Kecepatan merupakan salah satu faktor yang memiliki peranan penting dalam pertandingan seni beladiri, Oleh karnanya setiap gerakan teknik dalam seni beladiri harus dilakukan secara cepat agar lawan tidak memiliki kesempatan untuk melakukan hindaran, elakan, tangkapan dan balasan atau biasa disebut dengan kecepatan gerak. kecepatan diperlukan untuk melakukan pembelaan terhadap serangan yang dilakukan oleh lawan pada saat pertandingan atau disebut dengan kecepatan reaksi. Dalam pengukuran kecepatan dan ketinggian tendangan atlet saat latihan atau ujian masih dilakukan dengan cara manual yaitu dengan melihat langsung pada objeck yang sedang melakukan tendangan tampa melakukan pengukuran pada objeck dengan akurat.
Latihan dan Ujian memakan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil yang akurat dari kecepatan dan ketinggian tendangan. Perlu Inovasi pada alat ukur yang digunakan sehingga bisa menghemat tenaga dan waktu. Belajar dari permasalahan tersebut kami memiliki gagasan teknologi Penerapan Alat Ukur Kecepatan dan Ketinggian Tendangan Otomatis sebagai sarana mempermudah prestasi. Supaya memberi kinerja pada setiap perlombaan.
Kegunaan :
--> Kegunaan Praktisnya adalah:
- Memaksimalkan kinerja Pelatih dalam menentukan atlet yang matang. Khususnya pada Uji Kenaikan Tingkat ditiap pergururan,
- Merupakan inovasi baru terhadap alat ukur kecepatan dan ketinggian tendangan pada seni beladiri indonesia yang masih mengadopsi sistem manual.
- Dapat dijadikan solusi dari permasalahan olahraga prestasi.
--> Kegunaan teoritisnya adalah:
- Menambah wawasan pengetahuan, terutama para akademisi olahraga,
- Mendorong untuk terus berkarya sebagai bentuk implementasi proses pendidikan demi kemajuan industri olahraga di indonesia,
- Memicu akademisi untuk tetap peduli (care) pada perkembangan khususnya di bidang olahraga,
- Dapat dijadikan sebagai sebuah produk baru dalam dunia olahraga sehingga dapat dijadikan komoditi bisnis baru.
Referensi Permasalahan : http://litbang.pu.go.id/analisis-harga-satuan-pekerjaan-ahsp.balitbang.pu.go.id
0 comments:
Post a Comment